Sejarah Pakpak sebagai Pusat Perdagangan Kamper

Sejarah Pakpak sebagai Pusat Perdagangan Kamper

Saat ini mungkin masih banyak masyarakat Indonesia yang kurang familiar dengan nama suku Pakpak, padahal suku ini telah lama mendiami Sumatra Utara berdampingan dengan suku Batak. Malah, saat ini banyak yang menyatakan bahwa sejarah pakpak sesungguhnya jauh lebih tua dari sejarah Batak. Walaupun klaim ini belum jelas-jelas dibuktikan, namun ada bukti bahwa wilayah Barus dekat Kabupaten Dairi, yang didiami oleh sebagian besar anggota suku Pakpak, pernah menjadi sebuah pusat perdagangan yang sangat maju, bahkan disinggahi oleh pedagang-pedagang dari Arab, Cina dan India. Berbagai catatan baik dari musafir, pedagang, maupun prajurit dan pejabat kolonial Portugis serta Belanda menyebut-nyebut keberadaan aktivitas perdagangan yang sibukĀ  dan berskala luas sebagai bagian dari hubungan sejarah pakpak dengan dunia luar. Hal ini terutama terkait dengan salah satu komoditas dagang utama masyarakat Pakpak yaitu kamper.

Wilayah Dairi dan Kapur Barus

Kabupaten Dairi, yang merupakan salah satu wilayah yang banyak didiami suku Pakpak, bertetangga dengan kota Barus yang merupakan salah satu lokasi penampungan komoditi kamper. Ada pendapat bahwa Barus dulunya bukan hanya sebuah bandar penampung, namun juga produsen kamper berkualitas tinggi yang hingga kini pun kita sebut sebagai kapur barus. Pendapat tersebut muncul setelah ditemukannya berbagai catatan dari para musafir Portugis di abad keenambelas serta pegawai VOC abad ketujuhbelas, yang menyebutkan bahwa produk kamper dari daerah Barus diburu oleh para pedagang dari Cina dan India, selain juga dammar serta kemenyannya. Daerah Barus mendapatkan sumber kampernya dari para petani di berbagai daerah di Dairi, yang bertemu di jalan-jalan setapak serta wilayah pinggir sungai. Orang Pakpak menyebut kapur barus sebagai keberuen, dan mereka menerapkan ritual adat yang sangat ketat terkait proses panen pohon penghasil getah kamper.

Bukti-bukti Sejarah

Bukti yang menyatakan sejarah pakpak sebagai pusat perdagangan berskala internasional adalah sebuah tiang berukir yang ditemukan di Lobu Tua pada tahun 1873, yang kini dipajang di Museum Nasional di Jakarta. Ukiran pada tiang tersebut adalah sederet tulisan bahasa Pallawa dan menggambarkan keberadaan serikat dagang orang Tamil yang berkiprah di wilayah Barus, yang sumber usaha utamanya adalah jual-beli kamper, damar, kemenyan, serta produk lainnya yang terkenal di Barus. Bukti sejarah pakpak lain terkait fungsi Barus sebagai pusat perdagangan kamper terbaik di dunia adalah berbagai benda peninggalan pedagang-pedagang Cina yang berupa barang-barang keramik dan porselen, yang ditemukan dalam kegiatan ekskavasi gabungan Indonesia dan Prancis di Lobu Tua selama tahun 1995 hingga 1996. Bukti-bukti ini pun tidak hanya semakin menguatkan fakta terkait sejarah pakpak yang cemerlang sebagai pusat perdagangan kamper berkualitas tinggi, melainkan juga menjadi bukti betapa kamper merupakan komoditas yang bukan hanya berharga mahal bagi orang Pakpak, namun juga memiliki nilai adat dan tradisi yang tinggi.

1 Comment

  1. Mantap, semakin banyak Pakpak membuat Blog dan menyajikan sejarah Pakpak maka sejarah ini akan mendapatkan pengakuan dari suku-suku yang ada di nusantara ini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *